NEWS
DETAILS
Minggu, 10 May 2026 10:47 - Ikatan Motor Honda Jawa Barat

Memilih oli mesin yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan adalah langkah krusial untuk menjaga performa, efisiensi, dan keawetan kendaraan. Oli berfungsi melumasi, mendinginkan, serta membersihkan komponen internal mesin. Namun, penggunaan oli yang tidak tepat spesifikasinya—baik dari segi viskositas maupun jenisnya—dapat memicu berbagai masalah serius yang berisiko merusak mesin dan membahayakan keselamatan berkendara.

Berikut adalah dampak negatif yang mungkin terjadi:

  1. Penurunan Performa Mesin
    Setiap mesin didesain untuk bekerja dengan tingkat kekentalan (viskositas) tertentu. Jika oli terlalu kental, aliran menjadi lambat sehingga mesin berat saat dinyalakan dan respons akselerasi menjadi lambat. Sebaliknya, jika oli terlalu encer, lapisan pelindung antar logam tidak terbentuk sempurna, menyebabkan gesekan berlebih yang menurunkan tenaga dan mempercepat keausan komponen.
  2. Kerusakan Komponen Mesin
    Oli yang tidak sesuai spesifikasi biasanya tidak memiliki formulasi aditif yang memadai. Hal ini dapat menyebabkan:
    • Keausan Prematur: Komponen vital seperti piston, camshaft, dan crankshaft cepat aus karena tidak terlindungi dari gesekan dan panas.
    • Penumpukan Endapan: Kurangnya zat pembersih menyebabkan terbentuknya sludge atau lumpur oli yang menyumbat saluran, menghambat aliran pelumas, dan berpotensi membuat mesin jebol.
    • Korosi: Tanpa perlindungan anti-karat yang tepat, permukaan logam di dalam mesin mudah berkarat dan rusak secara permanen.
  3. Peningkatan Konsumsi Bahan Bakar
    Mesin yang bekerja dengan gesekan tinggi harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama. Akibatnya, efisiensi mesin menurun dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dibandingkan kondisi normal.
  4. Risiko Overheating
    Selain melumasi, oli juga berperan penting sebagai pendingin. Oli yang salah spesifikasi tidak mampu menyerap dan membuang panas secara efektif. Hal ini dapat menyebabkan mesin cepat panas (overheating), yang berisiko merusak gasket kepala silinder hingga menyebabkan blok mesin retak.
  5. Gangguan Sistem Emisi
    Oli yang tidak sesuai dapat menyebabkan kebocoran masuk ke ruang bakar atau sistem pembuangan. Hal ini dapat merusak komponen mahal seperti catalytic converter dan sensor oksigen, sehingga emisi gas buang menjadi tidak sehat dan kendaraan berpotensi tidak lulus uji emisi.
  6. Memperpendek Umur Mesin
    Akumulasi dari keausan, panas berlebih, dan korosi akan secara drastis memperpendek usia pakai mesin. Anda akan lebih sering mengeluarkan biaya untuk perbaikan besar, bahkan hingga mesin harus diganti.

Memahami Oli berdasar sertifikasi JASO

JASO MA (untuk sepeda motor kampas kopling basah) adalah jenis oli yang dikhususkan untuk jenis sepeda motor yang posisi kampas koplingnya terendam oli. Tipe ini umumnya pada sepeda motor bebek dan sport, untuk type oli nya ada MPX1 & SPX1, sedangkan untuk type MPX3 diperuntukan untuk sepeda motor lama (dibawah tahun 2006).

JASO MB (untuk sepeda motor kampas kompiling kering) adalah jenis oli yang dikhususkan untuk jenis sepeda motor yang posisi kampas komplingnya berada di luar mesin dan tidak terkena oli mesin. Type ini umumnya pada sepeda motor matic. Untuk type oli nya ada MPX2 & SPX2.

Untuk mengetahui spesifikasi oli mesin yang tepat dan sesuai dengan Sepeda Motor Honda anda, dapat dibaca dan ditemukan pada Buku Pedoman Pemilik dan Garansi pada halaman table spesifikasi saat pembelian sepeda motor Honda.

Jadi, menggunakan oli yang tepat adalah investasi untuk kesehatan kendaraan. Oli yang sesuai spesifikasi menjaga performa tetap responsif, bahan bakar irit, dan mencegah kerusakan fatal yang memakan biaya besar. Selalu periksa buku panduan kendaraan dan lakukan penggantian oli sesuai jadwal servis berkala agar mesin tetap awet dan nyaman digunakan.

Sumber : https://www.astra-honda.com/article/akibat-penggunaan-oli-yang-tidak-sesuai-spesifikasi-mesin

RELATED
NEWS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK